parket lantai kayu

Informasi Kayu Jati Doreng Serta Contoh Pemanfaatan dan Pengawetannya

Jati adalah salah satu jenis kayu yang populer di dunia. Kayu ini pun bukan hanya digandrungi di Indonesia. Beberapa negara seperti Thailand, Myanmar, Sri Lanka, hingga India juga menyukai kayu jati doreng. Pasar mebel Eropa dan Amerika Serikat selalu memandang produk jati dengan begitu positif.

Karena permintaan yang tinggi, jati menjadi salah satu pohon yang tingkat penebangannya lebih tinggi dibanding tingkat penanamannya. Dilaporkan dari Escapeartist bahwa tingkat penebangan jati lebih tinggi 8 hingga 12 kali dari penanamannya.

Namun demikian, kabar baiknya makin banyak negara yang mencoba membudidayakan tanaman ini. Selain di Asia Tenggara dan Asia Selatan, budidaya jati juga dilakukan di Amerika Tengah dan Selatan.

Simak Juga :

Waspadai Kayu Doreng Saat Musim Hujan, Atasi dengan Produk Ini

Mengenal Kayu Jati Doreng

Apa itu Doreng?

Salah satu yang membuat jati amat disukai adalah warnanya. Namun, umumnya orang memiliki persepsi yang cenderung sempit ketika bicara tentang tampilan jati. Orang-orang sering membayangkan kayu dengan warna oranye atau bahkan kuning keemasan.

Meski warna tersebut terlihat mewah dan indah, namun tampilan jati jauh lebih beragam dari jingga maupun kuning. Salah satu tampilan yang cukup menarik dari kayu ini adalah tampilan doreng.

kayu jat doreng akibat jamur blue stain

Kayu jati doreng umumnya hadir dengan warna yang sangat khas, di mana permukaan kayu memiliki aksen kehitaman. Hal ini bisa disebabkan oleh:

  1. Faktor genetik di mana warna kehitaman tersebut diturunkan oleh induk tanaman
  2. Penyakit yang menyerang pohon jati sebelum ditebang
  3. Penebangan di area cabang atau batang yang direspon berbeda oleh tanaman
  4. Kondisi tanah dan berbagai faktor pertumbuhan lainnya
  5. Serangan hama terutama dari kelompok hama mikroskopis
Baca Juga:  Menguatkan Kayu Kelapa Dengan Pengawet Kayu Kelapa Berkualitas

Harga Kayu Jati Doreng

Bagi sebagian orang, doreng punya tampilan yang atraktif. Namun di sisi lain, kayu jati juga kurang disukai untuk kebutuhan tertentu. Oleh karena itu, pengrajin sering memilih mencerahkan kayu tersebut dengan bleaching WA-250 sekaligus mereduksi aksen gelapnya. Jati doreng juga umumnya memiliki harga yang tak begitu berbeda.

Baca juga : Waspadai Kayu Doreng Saat Musim Hujan, Atasi dengan Produk Ini

Contoh Pemanfaatan Kayu Jati Doreng

Tak sedikit kalangan yang menyukai doreng tanpa harus di-bleaching terlebih dahulu. Pemanfaatan kayu ini cukup banyak ditemukan untuk berbagai bidang kehidupan. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini.

Meja hingga Lemari

Salah satu pemanfaatan paling umum jati doreng yang tidak diputihkan adalah penggunaannya dalam industri mebel. Pengrajin biasanya akan menggunakan kayu ini untuk membuat meja. Sebabnya, mereka ingin menekankan aksen kehitaman yang dianggap indah pada kayu tersebut.

Flooring (Lantai)

Bagaimanapun juga, kayu yang dihasilkan dari pohon jati memiliki kekuatan yang sangat baik. Kayu juga sangat awet terhadap serangan jamur maupun hama rayap.

Oleh sebab itu, semua jenis jati, termasuk kayu jati doreng cocok digunakan untuk material lantai kayu. Bahkan selain bisa digunakan untuk parket, kayu ini juga bisa menjadi bahan ideal untuk pembuatan lantai decking outdoor.

Pintu

Jati doreng adalah salah satu jenis kayu yang umum digunakan untuk membuat pintu. Orang Indonesia biasanya memilih pintu depan rumah dibuat dari bahan jati doreng. Selain itu, varian jati ini juga bisa digunakan untuk membuat jendela dan kusennya.

Kerajinan

Aneka jenis kerajinan juga bisa dibuat dari bahan kayu doreng, misalnya patung hias dinding, miniatur, sampai dengan asbak yang terbuat dari kayu jati doreng.

Baca Juga:  Tips Merawat Meja Rias Kartini Agar Terhindar dari Rayap

Apakah Jati Doreng Perlu Diawetkan?

Kayu jati doreng sebagaimana varian jati kebanyakan tidak mudah terserang oleh hama. Namun demikian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya dilakukan pengawetan kayu. Apalagi, keberadaan doreng tidak melulu berarti keawetan yang lebih baik.

Treatment pengawetan sendiri dilakukan dengan cara yang sederhana. Berikut gambaran proses pengawetan dengan cara merendam kayu:

  1. Pastikan kayu sudah dipotong terlebih dahulu
  2. Larutan bahan pengawet dalam air bak besar (sesuai dengan ukuran potongan kayu)
  3. Lakukan perendaman pada kayu yang dipotong tersebut dengan merendamnya dalam larutan pengawet.

Prinsip metode ini sebenarnya sangat sederhana. Pada metode ini, kita hanya perlu memastikan bahwa bahan pengawet tersebut meresap ke dalam substrat kayu.

Kualitas hasil pengawetannya pun bisa sangat beragam. Salah satu yang memengaruhi kualitas hasil pengawetan adalah bahan kimia yang digunakan. Kami ingin menyarankan kepada Anda, bahan pengawet kayu yang terbaik yang sudah teruji:

varian biocide
  1. BioCide Wood Fungicide: bahan pengawet dan treatmen untuk mencegah dan membasmi jamur blue stain dan juga bakteri pembusuk. Bahan pengawet ini umumnya digunakan pasca penebangan.
  2. BioCide Surface Film Preservative (SFP): Bahan pengawet ini bisa digunakan untuk pembasmi lumut. dan jamur
  3. BioCide Insecticide: Bahan pengawet untuk mencegah sekaligus mengatasi hama serangga seperti rayap, teter, dan hama jenis kutu

Tertarik untuk menggunakan Biocide?

Simak Juga :

Tips! Gunakan Pengawet Kayu Jati Dengan Aplikasi yang Fleksibel

Inilah Produk Terbaik Anti Rayap Untuk Rumah BioCide Insecticide

Leave a Comment

Your email address will not be published.