Mengenal Jenis Bahan Kimia Pengawet Kayu

Bahan kimia pengawet kayu merujuk pada bahan yang digunakan untuk meningkatkan resistensi kayu pada hama tertentu. Bahan seperti ini umum digunakan di bidang mebel hingga konstruksi bangunan.

Terdapat berbagai penyebab mengapa produk kayu mengalami kerusakan. Misalnya akibat kehujanan, suhu ekstrim, atau serangan hama. Semakin tahan kayu terhadap penyebab tersebut, semakin tinggi kelas ketahanan kayu.

Kayu ulin, misalnya, adalah kayu yang tahan air, rayap, jamur, dan cuaca. Kayu ini bisa disebut memiliki ketahanan yang tinggi. Sebaliknya, sengon yang mudah rusak terkena hujan merupakan kayu dalam kelas awet IV hingga V (rendah).

Dulu, orang-orang telah secara aktif menyeleksi kayu-kayu yang awet untuk membangun perabot maupun bangunan. Selain itu, supaya keawetan produk kayu meningkat, tak jarang dilakukan pengawetan sederhana. Misalnya saja dengan:

  1. Memanggangnya di atas tungku panas
  2. Mengasapinya
  3. Mengolesinya dengan zat-zat tertentu
  4. Merendamkannya di sungai
  5. Merendamnya di lumpur sawah

Bagaimana dengan era saat ini? Untungnya, saat ini teknologi telah berkembang begitu pesat. Untuk mengubah kayu yang tidak awet menjadi awet pun feasible dilakukan.

Caranya adalah dengan menerapkan treatment dengan bahan kimia pengawet kayu. Bahan kimia yang dimaksud bisa berupa insektisida ataupun fungisida. Bahan kimia tersebut diresapkan pada substrat kayu supaya hama yang menyerangnya bisa dibasmi. Bahan seperti ini juga biasa disebut dengan istilah bahan pengawet kayu di pasaran.

Manfaat

Mencegah Kerugian dalam Alur Woodworking

Kayu yang belum diawetkan rentan mengalami kerusakan yang cukup parah. Misalnya saja kerusakan pada kayu yang hendak dibuat mebel. Bila sudah demikian, kerugian pun harus ditanggung. Untungnya, dengan obat yang tepat, kerugian seperti ini bisa diminimalisir.

Meningkatkan Kelancaran Usaha

Alur produksi mebel ataupun produk bangunan bisa tersendat akibat serangan hama. Dengan menggunakan obat pengawet, hal seperti ini bisa dihindari. Kerja pun dengan demikian akan lebih nyaman dan lancar dirasakan.

Baca Juga:  Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Menjaga Trust atau Kepercayaan Konsumen

Kemampuan bahan pengawet kayu dalam membuat kayu yang lebih awet pada akhirnya akan meningkatkan trust masyarakat. Dengan demikian, produk kayu akan semakin laris manis di pasaran.

Menghasilkan Produk Kayu Awet yang Disukai Pasar

Fungsi utama obat pengawet tentu adalah membuat suatu produk kayu yang juga awet. Kebermanfaatan ini paling dirasakan oleh pihak konsumen. Sebab dengan produk kayu yang awet, kerugian bisa dihindari sedini mungkin.

Memperbanyak Jenis Kayu dan Meningkatkan Diversifikasi Bahan Baku

Terakhir namun tak kalah penting, penggunaan obat pengawet kayu juga akan meningkatkan diversitas atau keragaman jenis kayu di bidang industri. Sebab dengan obat ini, produsen tak akan lagi takut menggunakan sengon atau kayu lainnya yang dikenal tidak awet. Secara tidak langsung, hal ini akan menurunkan demand pada kayu-kayu spesifik yang semakin langka dan mahal harganya.

Jenis-jenis Bahan Kimia Pengawet Kayu

Insektisida (Anti Serangga)

Contoh: BioCide Insecticide

Insektisida adalah produk yang didesain khusus sebagai racun serangga. Produk ini digunakan dalam hampir semua bidang industri, mulai dari makanan, kesehatan, hingga industri tekstil.

Khusus untuk industri perkayuan, umumnya insektisida digunakan untuk mencegah sekaligus membasmi hama serangga kayu yang terdiri atas:

  1. Rayap, baik itu rayap kayu lembab, kering, tanah, dan lain sebagainya
  2. Kumbang bubuk, teter, atau powder post beetle
  3. Kutu, terutama kutu anyaman organik, dan berbagai jenis serangga perusak lainnya

Efektivitas insektisida sangat dipengaruhi formula dan zat aktif yang digunakan. Salah satu zat aktif andalan yang populer untuk kebutuhan ini adalah cypermethrin. BioCide Insecticide, insektisida kayu kami, juga menggunakan cypermethrin 100 EC sebagai zat aktif untuk mencegah hama serangga.

Baca Juga:  Grosir Silica Gel Kemasan Ekonomis Untuk Lemari Dapur

Fungisida dan Anti Lumut

Contoh: BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative (SFP)

Jenis bahan kimia pengawet kayu berikutnya adalah fungisida dan anti lumut. Sebenarnya, fungsida dan anti lumut adalah produk terpisah, namun seringkali, keduanya dipadukan satu sama lain.

Misalnya saja pada produk BioCide Surface Film Preservative. Produk tersebut adalah antijamur sekaligus anti lumut. Sehingga produk ini bisa diandalkan untuk kebutuhan yang berbeda sekaligus.

Justru, acapkali produk fungisida yang dibuat tersendiri untuk mengatasi hama khusus. Misalnya saja BioCide Wood Fungicide. Fungisida ini didesain spesial untuk menangani masalah hama blue stain.

Blue stain memang merupakan jamur yang unik. Sebab jamur tersebut bersifat mikroskopis dan hidup di antara sel kayu. Bila sudah menyerang, blue stain sangat sulit untuk dihilangkan. Oleh sebab itulah, sebaiknya dilakukan pencegahan menggunakan BioCide Wood Fungicide.

Pilih Bahan Kimia Pengawet Kayu Sesuai Kebutuhan!

Tak sedikit riset telah membuktikan bahwa kayu yang diawetkan bisa bertahan lebih lama dibanding yang tidak diawetkan. Bahkan perbedaan usianya juga cukup besar.

Kayu kelas IV seperti albasia, misalnya, bisa rusak dalam waktu kurang dari 1 tahun ketika diletakkan di luar ruangan. Namun begitu, bila albasia tersebut sudah diawetkan, usia pakainya bisa mencapai angka 90 tahun! Luar biasa bukan?

Namun ingat, pilihlah obat pengawet kayu yang memang tepat digunakan. Pilih berdasarkan hama yang ingin diatasi hingga efektivitas pemakaiannya. Misalnya saja BioCide Insecticide untuk rayap, BioCide SFP untuk jamur kayu, dan BioCide Wood Fungicide untuk blue stain.

Silahkan hubungi kami via kontak yang disediakan untuk informasi lebih lanjut sekaligus cara melakukan pemesanan! Semoga artikel tentang bahan kimia pengawet kayu ini bermanfaat, ya.

Baca Juga:  Pengawet Kayu Sengon Untuk Cegah Pertumbuhan¬† Jamur

Leave a Comment

Your email address will not be published.