Pada umumnya kayu akasia yang cepat tumbuh mempunyai diameter kecil karena siklus pemotongan yang pendek. Dibutuhkan pengawetan untuk menunjang kekuatan, maka pengawet kayu akasia adalah bahan pengawet yang sangat dibutuhkan.

Berdasarkan Statistik Kehutanan Indonesia tahun 2015 (sepeti dilansir Departemen Kehutanan) menyatakan bahwa produksi kayu dari hutan tanaman sebesar 13.58 juta m3 sedangkan dari hutan alam sebesar 9,33 juta m3. Dapat dilihat bahwa potensi hutan tanaman industri adalah cukup tinggi jika dibandingkan dengan hutan alam. Adanya ketersediaan balok dengan diameter kecil, sedangkan kebutuhan sebagian komponen struktural memerlukan dimensi cukup besar, maka perlu suatu cara yang dapat memenuhi kebutuhan  tersebut. Kayu akasia adalah alternatif utama, karena cepat tumbuh.

Karena kayu akasia berdiameter kecil, maka untuk memenuhi ketersediaan bahan dengan dimensi yang tidak tergantung dengan diameter kayu, dikembangkanlah bentuk bukan kayu akasia utuh melainkan komponen laminasi yang dibuat melalui perekatan atau biasa disebut dengan balok laminasi atau Glulam (Glued Laminated). Glulam adalah susunan beberapa lapis kayu akasia direkatkan satu sama lain secara sempurna menjadi satu kesatuan tanpa terjadi kerenggangan.

Dibutuhkan pengawetan untuk menunjang kekuatan, maka pengawet kayu akasia adalah bahan pengawet yang sangat dibutuhkan agar kayu akasia kuat tahan lama.

Agar penggunaan laminasi kayu akasia dapat dicapai secara maksimal, sehingga laminasi merupakan desain ekonomis dengan tetap memenuhi prinsip kuat dan awet, dibutuhkan bahan pengawet yang efektif. Tujuannya menghindarkan kayu laminasi dari jamur karena kondisi lembab.

Pengawet Kayu Akasia Hasil Laminasi

Pengawet kayu akasia hasil laminasi yang efektif agar terhindar dari jamur perusak kayu, seperti jamur permukaan, ialah BioCide Surface Film Preservative. Produk ini anti jamur tempe dan anti lumut interior dan exterior, mencegah timbulnya jamur permukaan atau jamur tempe. Bahan aktif Diuron, Carbendazim Calcium bis (dodecylbenzenesulfonate). Bahan baku kayu akasia atau lainnya sebagai furniture interior rentan akan kebersihan dan kelembaban ruangan yang tinggi. Sedangkan, furniture exterior berhadapan dengan cuaca ekstrim, hujan, dan sinar matahari.

Produk Ini dapat diaplikasikan pada kayu, bambu, rotan, serat alam, triplek, dan lain-lain. BioCide Surface Film Preservative stabil dan efektif pada lapisan coating dapat dicampur air (system water based) dan ramah lingkungan.

Membantu melindungi Mebel Kayu Akasia Hasil Laminasi

Seperti telah disinggung di atas, keunggulan kayu laminasi adalah dapat mengatasi diameter kayu utuh yang kecil dan cacat fisik. Melalui cara laminasi, bentuk kayu bisa diolah hingga memperoleh dimensi yang diinginkan. Jika sudah jadi dalam bentuk furniture yang Anda Gunakan tiap hari, maka butuh keawetan dan stabilitas yang tinggi. Untuk itulah pengawet kayu akasia menyediakan produk untuk mengatasi persoalan keawetan kayu akasia laminasi. Anda tertarik mengaplikasikannya? Silahkan hubungi kontak yang tersedia di website ini.

Inilah Pengawet Kayu Akasia Laminasi Yang Berkualitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *