Bambu Sebagai Bahan Mebel Dan Cara Pengawetannya Menggunakan Pengawet Berkualitas

Bambu merupakan kelompok hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang potensial dapat mensubstitusi penggunaan kayu. Keberhasilan bambu mensubstitusi kayu untuk bahan baku industri ditentukan oelh bahan pengawet bambu yang berkaulitas.

Di China, industri kayu lapis sudah menggunakan bambu sebagai bahan baku yang produknya dikenal sebagai playbambu atau bambu lamina. Selain bambu dapat mensubstitusi kayu untuk produk-produk tertentu, bambu juga digunakan sebagai bahan baku industri “kertas sembahyang” dan industry dupa bertangkai lidi bamboo. Permintaan kedua produk tersebut terus meningkat karena cara penggunaannya yang dibakar. Tentunya untuk menunjang industri berbasis bahan baku bambu, diperlukan tegakan-tegakan rumpun dengan produktivitas dan kualitas yang lestari.

Berbeda dengan kayu, bambu tergolong sumber bahan baku yang ramah lingkungan karena sekali menanam terus-menerus memanen. Penggunaan bambu sebagai substitusi kayu untuk beberapa industri yang biasa menggunakan kayu berpengaruh positive terhadap kualitas dan kelestarian hutan karena tekanan pemanenan kayu dapat diperlambat sehingga umur pohon lebih lama yang selanjutnya berpengaruh pada kualitas kayu yang akan dihasilkan.

Selama ini, banyak industri mebel pengguna bahan baku bambu masih mengandalkan bambu rakyat. Kelemahan dari bambu rakyat untuk industri berbasis bahan baku bambu adalah letaknya terpencar-pencar, tidak terjaminnya kualitas batang (umur tidak seragam) dan pasokannya yang tidak dapat terus menerus. Sementara itu, pemanfaatan bambu dari hutan bambu alam juga tidak menguntungkan karena kondisi tegakan rumpun yang buruk, sulit dieksploitasi, batang tidak berkualitas dan membutuhkan biaya lebih besar. Saat ini, pengolahan bamboo yang sudah menggunakan alat-alat mesin merasakan kekurangan pasokan bahan baku bamboo baik kuantitas maupun berkualitas.

Oleh karena itu, untuk membangun industri mebel berbasis bahan baku bambu harus mengadakan penamanan bambu sendiri. Penanaman dapat dilakukan sebagai tanaman bamboo rakyat di lahan-lahan masyarakat maupun di lahan-lahan negara di dalam kawasan yang kurang produktif ditanami kayu. Setelah itu eksekusi terakhir ialah pengawetan bambu, tujuannya agar bambu mampu bersaing dan memiliki keawetan tinggi. sehingga menghasilkan batang-batang bambu berkualitas dan bagus untuk mebel.

pengawet bambu berkualitas
Keberhasilan bambu mensubstitusi kayu untuk bahan baku industri ditentukan oelh bahan pengawet bambu yang berkaulitas.

Pengawet Bambu Seperti Apa Yang Cocok?

Tujuan pengawetan bambu yang utama ialah meningkatkan keawetan dan kekuatan, dengan cara mengindarkan bambu dari serangga perusak seperti rayap maupun kumbang bubuk yang biasa menyerang mebel bambu. Untuk menjaga ganasnya rayap-rayap tadi, selamatkan mebel bambu anda yang mahal dan berkelas itu dengan BioCide Insecticide, hasil formulasi bahan aktif yang efektif mencegah serangga.

Dengan sistem racun kontak lambung, obat ini efektif mengatasi munculnya berbagai jenis serangga  dan rayap, serangga atau kumbang bubuk, kecoa, nyamuk, rayap, dan serangga perusak kayu lainnya. Untuk pemeliharaan bangunan dan gedung, produk pengawet bambu tersebut cukup di siramkan pada pojok-pojok lantai. dapat diaplikasian dengan system vakum tekan, spray, kuas, hingga rendam.

Petunjuk Pemakaian untuk Berbagai Metode Aplikasi

alterntif text

Pertama, larutkan bahan pengawet dengn konsentrasi 0,1 -0,2 %. Kedua, jaga PH larutan baik saat digunakan maupun disimpan. PH yang baik untuk larutan ini adalah di bawah 7. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,  diwajibkan membaca petunjuk terlebih dahulu. Pengawet bambu Biocide Insecticide merupakan produk bahan kimia yang dapat menyebabkan keracunan dan iritasi. Apakah ingin mencobanya untuk mebel bambu Anda di rumah? Biocide Insecticide dapat dipesan melalui wa & sms di 082 167 600 693.

Bambu Sebagai Bahan Mebel Dan Cara Pengawetannya Menggunakan Pengawet Berkualitas
alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media
Market Place
Artikel Populer