kerajinan serat alam yang diberi bahan pengawet Biocide

Tips Mudah Mengolah Kerajinan Serat Alam

Kerajinan serat alam merupakan salah satu bidang usaha yang cukup berpeluang menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit. Selain itu, proses pengolahannya pun ternyata cukup mudah.

Indonesia adalah salah satu negara penghasil serat alam terbesar di dunia. Baik serat nabati maupun hewani tersedia dalam jumlah yang cukup melimpah.

Hanya saja, pemanfaatan serat alam tersebut masih cukup rendah dan belum terserap ke sektor-sektor yang membutuhkannya. Tak sedikit pelaku usaha di Indonesia yang memilih serat alam dari impor.

Sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, hal ini sampai membuat Kemenperin merekomendasikan pemakaian serat lokal untuk menunjang industri dalam negeri. Targetnya adalah substitusi impor 35 persen pada 2022 yang tentu saja akan berimbas positif bagi masyarakat secara luas.

Bahan serat alam sendiri cukup menarik untuk diolah. Selain bisa digunakan untuk menghasilkan kain, kapas, hingga tali-temali, bahan-bahan tersebut juga bisa digunakan untuk membuat kerajinan seperti tas dan dompet.

Prinsip pengolahan serat alam juga tak serumit yang kebanyakan orang pikirkan. Simak dulu 5 aspek penting yang harus diperhatikan saat mengolah serat alam berikut ini.

Prinsip Pengolahan Kerajinan Serat Alam Berkualitas

Otentisitas (Nilai Unik Produk)

Otentik adalah istilah yang merujuk pada sifat yang original dan tidak palsu. Khusus untuk produk kerajinan serat alam, nilai otentisitas memang sangat penting sebab market untuk produk ini belum begitu besar. Secara umum, produk handicraft berbasis bahan organik memang dijual dengan harga lebih mahal. Apalagi bila targetnya pasar ekspor Amerika atau Eropa.

Sebagai pengusaha, Anda tidak bisa menggunakan mindset produksi massal non-kerajinan. Anda perlu membuat produk yang punya nilai seni tinggi, ditunjukkan dengan otentisitas sebagai salah satu nilai jual produknya.

Baca Juga:  Solusi Jamur Permukaan Yang Sering Menyerang Lemari

Estetika

Keindahan kerajinan serat alam ditentukan oleh nilai estetikanya. Bagi orang awam, penilaian estetis memang terkesan subjektif. Akan tetapi, sebagai pelaku usaha, Anda perlu memiliki penilaian yang lebih tepat mengenai estetika.

Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah memperluas pengetahuan mengenai desain-desain kerajinan serat alam. Jadi, Anda tak menerapkan satu model atau desain yang terlalu umum. Anda bisa menerapkan desain yang tepat dan kuat sesuai keindahan yang ingin Anda wujudkan.

Contoh, untuk menunjukkan keindahan klasik, Anda bisa melihat model-model produk kerajinan di era Eropa klasik. Sementara untuk menunjukkan keindahan tradisional Indonesia, Anda bisa mengeksplor motif dan desain produk tiap suku di nusantara.

Ramah Lingkungan

Percaya tak percaya, eco-friendly adalah salah satu hal yang vital yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan produk kerajinan serat alam. Sebab produk-produk berbasis bahan organik seperti ini diekspektasi demikian oleh masyarakat.

Produk-produk tersebut umumnya diharapkan tidak menggunakan plastik, tidak merusak bumi, natural, dan memiliki keindahan yang lebih unik. Saat Anda membuat produk kerajinan serat alam di luar ekspektasi tersebut, produk Anda tidak akan laku. Orang-orang akan berpikir bahwa produk Anda sama saja dengan produk kerajinan pada umumnya.

Untuk menghasilkan produk yang eco-friendly sendiri, beberapa usaha harus dilakukan, antara lain:

  1. Memastikan menggunakan bahan yang aman
  2. Bahan baku yang digunakan bukan berasal dari aktivitas perusakan hutan

Bebas Hama

kerajinan serat alam

Bahan serat alam adalah bahan yang lebih rentan hama dibanding bahan non-organik. Kutu pembusuk, teter, hingga rayap bisa menjadi ancaman serius untuk pengolahan material tersebut. Oleh karena itu, perlu diterapkan sistem pengendalian hama yang tepat baik di lingkungan pengolahan, proses distribusi, hingga proses penyimpanan.

Baca Juga:  Silica Gel Natural Yang Aman Untuk Makanan Hewan Peliharaan

Bahan serat alam juga sebaiknya diawetkan dulu. Treatment pengawetan dengan antihama yang tepat akan membuat aneka serat alam lebih tahan terhadap serangan jamur dan serangga.

Fungsional

Terakhir namun tak kalah penting, proses pembuatan kerajinan serat alam juga mensyaratkan fungsionalitas dari produk jadi. Apalagi bila produk kerajinan terkait bukan hanya didesain sebagai dekorasi.

Misalnya, produk tersebut didesain sebagai tas. Tas serat alam, baik itu tas eceng gondok, pelepah pisang, dan lainnya semestinya bisa difungsikan selayaknya tas lain pada umumnya. Dengan demikian, akan lebih banyak masyarakat yang tertarik membelinya.

Kerajinan Serat Alam yang Berkualitas

Pembuatan produk-produk serat alam memang memiliki tantangan tersendiri. Masalah desain, hama, pemasaran, dan lainnya bisa menyebabkan suatu usaha mengalami perlambatan bahkan bangkrut.

Namun, dengan strategi yang tepat, pembuatan produk-produk seperti ini justru akan semakin menguntungkan. Sebab, sekali lagi, dunia memang sedang gandrung dengan isu lingkungan.

Pasar yang selama berpuluh tahun ini menyingkirikan produk organik akan mulai perlahan-lahan menerima produk organik. Bukan tak mungkin, aneka produk serat alam tersebut ke depannya akan benar-benar menggantikan produk yang terbuat dari bahan plastik.

Gunakan BioCide untuk Melindungi Kerajinan Serat Alam daru Hama

Ada produk khusus pengawetan bahan serat alam. Produk-produk tersebut adalah BioCide Insecticide untuk menangkal serangan rayap dan teter, serta BioCide SFP serta BioCide Wood Fungicide untuk menangkal serangan jamur, lumut, dan bakteri.

Untuk menggunakannya, Anda tinggal merendam bahan serat alam di dalam cairan yang mengandung BioCide. Atau, Anda juga bisa menyemprotkan larutan BioCide ke permukaan serat alam.

Sederhana bukan? Namun hasilnya terbuktif efektif. Jadi bila Anda tertarik memproduksi aneka kerajinan serat alam dengan BioCide, silahkan hubungi CS kami untuk informasi dan pemesanan.

Baca Juga:  Mengenal 3 Jenis Bambu yang Cocok Digunakan Sebagai Bahan Bangunan

Leave a Comment

Your email address will not be published.