kerajinan biji saga

Pesona Warna Merah Kerajinan Biji Saga

Dengan warna merah menyala, siapa yang tak terpesona dengan kerajinan biji saga? Namun apa jadinya ya bila craft tersebut rusak dimakan jamur?!

Mengenal Pohon Saga dan Bijinya

Sekilas dilihat, tampak tak ada yang istimewa dari pohon saga. Tanaman yang bernama ilmiah adenanthera pavonina tersebut memiliki ciri selayaknya tumbuhan polong-polongan pada umumnya. Tanaman saga tidak berbentuk pohon yang besar, memiliki daun bundar-bundar kecil majemuk, dan menghasilkan buah serta biji yang terbungkus pada selubung memanjang.

Secara tradisional, pohon saga sudah lama dimanfaatkan masyarakat. Misalnya, digunakan sebagai bahan pembuatan furniture atau perabot rumah tangga.

Namun, di balik potensi kayunya yang besar, tanaman ini juga memiliki potensi-potensi tersembunyi lainnya. Satu di antaranya adalah potensi dari biji yang dihasilkan pohon saga.

Berikut ini beberapa ciri atau karakter khas biji saga:

  1. Memiliki warna yang merah menyala
  2. Memiliki permukaan mengkilap dan licin
  3. Ukuran sebesar biji jagung
  4. Sifatnya keras
  5. Memiliki bentuk bulat atau pipih bundar

5 Ide Kerajinan dari Biji Saga

Gelang dan Kalung

Sejak zaman dulu, biji saga sudah sering dijadikan bahan pembuatan kalung dan juga gelang, walau trend penggunaan biji saga memang menurun. Meski begitu, tidak ada salahnya mencoba peruntungan dengan membuat kerajinan gelang dan kalung dari biji saga, karena tren yang berkembang di masyarakat saat ini adalah menampilkan kerajinan unik dari bahan alam.

gelang kerajinan biji saga

Anting

Dengan bentuk bundar dan warna merah yang terkesan mewah, biji saga bisa dijadikan anting-anting yang cantik. Pembuatan anting saga sebetulnya sudah dilakukan sejak dulu. Di India, misalnya, beberapa wanita sering membuat anting dari biji saga. Mereka dengan cepat akan mengganti biji saga yang lawas ke yang baru sehingga perhiasan telinga tersebut senantiasa terlihat bagus.

anting dari biji saga

Bunga Hias

Beberapa tanaman memiliki bunga-bunga kecil berwarna merah. Beberapa pohon pun dikenal mampu menghasilkan daun dan bunga cantik dalam jumlah yang banyak saat masa blooming.

Baca Juga:  Cara Jual Veneer Kayu yang Bebas Jamur Agar Untung Berlipat

Misalnya, tanaman seperti tabebuia dan sakura di Jepang. Biji saga cocok digunakan untuk membuat miniatur pepohonan cantik itu lho. Kerajinan ini cukup digemari masyarakat.

bunga kerajinan biji saga

Hiasan Dinding

Biji saga bisa direkatkan pada sebuah papan untuk membuat pola tertentu. Selain itu, bebijian ini juga bisa dipakai untuk mempercantik jam dinding, figura, dan lain sebagai sebagainya.

Selanjutnya berbagai produk yang dihiasi biji saga itu dapat dipasang di dinding. Sebuah ruangan yang tadinya terlihat biasa akan terlihat semakin artistik dan mempesona. Hiasan dinding dari biji saga punya potensi untuk dijual sebagai produk kerajinan.

kolase unik dari biji saga

Vas dan Lampu Meja

Selain menggunakan hiasan dinding seperti frame foto maupun lukisan, sebuah ruangan juga dapat diperindah dengan memanfaatkan vas serta lampu meja. Selain memiliki keindahan tersendiri, kedua dekorasi tersebut juga memiliki kegunaan tertentu. Lampu meja misalnya, jelas bisa digunakan untuk menerangi ruangan. Sementara vas bisa digunakan untuk meletakkan tanaman hias.

Satu ide yang cukup unik jika hiasan vas dan lampu meja berasal dari biji saga yang berwarna dan berbentuk unik ini.

Kemas Kerajinan Biji Saga dengan Silica Humidity Absorber

Butiran biji saga yang bercorak menawan sangat bisa diandalkan untuk menghasilkan karya kesenian yang menawan. Dengan menerapkan keterampilan sekaligus pilihan model yang bagus, kerajinan dari biji saga tentu bisa memberikan pundi keuntungan yang cukup besar.

Namun demikian, perlu dipahami bahwa kerajinan ini adakalanya juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah ancaman serangan jamur. Jamur sebagaimana yang kita tahu, bisa tumbuh di berbagai benda. Asalkan kelembaban ruangan cukup tinggi dan suhu ruangan mendukung, spora-spora jamur akan bertunas dan mulai memakan substrat tempatnya tumbuh.

Baca Juga:  Mengenal Dry Rot, Jamur Kering Penyebab Kayu Busuk

Dalam hal ini, biji saga cukup rentan terserang jamur. Oleh sebab itu, solusi yang tepat harus segera diambil, misalnya dengan menerapkan sistem pengendalian antihama yang baik di tempat usaha. Contohnya:

  1. Menjaga kebersihan lokasi usaha
  2. Tidak menumpuk sampah atau bahan organik yang tak berguna seperti kertas dan papan kayu
  3. Memastikan gudang tidak lembab dan bersih
  4. Melakukan pengecekan secara berkala
  5. Menyediakan antijamur bila sewaktu-waktu diperlukan. Antijamur yang cocok untuk kebutuhan usaha kerajinan adalah BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

Selain itu, proses pengemasan kerajinan biji saga juga harus diperhatikan baik-baik. Ingat, pengemasan bukan sekadar untuk menjaga produk supaya tidak tercecer atau terlindung dari “udara luar.” Pengemasan yang baik mestinya juga bisa mencegah munculnya jamur pada produk.

Dalam hal ini, sangat diperlukan humidity absorber atau penyerap kelembaban yang bagus agar spora jamur benar-benar tak bisa tumbuh. Contoh humidity absorber yang mudah digunakan adalah silica gel.

Silica gel adalah penyerap kelembaban umum yang bisa ditemukan pada berbagai produk. Misalnya, di kemasan sepatu baru, atau tas di toko-toko. Dengan meletakkan silica dalam jumlah yang cukup pada kemasan kerajinan biji saga, Anda telah menurunkan resiko kerusakan produk akibat serangan hama jamur dengan tingkat signifikan.

Cara Mendapatkan Produk Silica Gel

Pemesanan silica gel bisa dilakukan secara online maupun offline. Untuk pembelian secara online, Anda bisa menghubungi kontak yang ada di website ini, sedangkan pembelian secara offline Anda bisa berkunjung ke Bio Service Point di Yogyakarta, Cirebon, dan juga Jepara.

Leave a Comment

Your email address will not be published.