Bisnis Mebel Sukses? Pengawetan Kuncinya!

Bicara mengenai kesuksesan bisnis mebel bukanlah topik bisa dilakukan dengan tingkat kepastian tinggi. Terkadang faktor luck berpengaruh. Belum lagi kondisi ekonomi makro yang mau tak mau mempengaruhi daya beli masyarakat. Bisa dibilang topik ini memang sangat kompleks. Tapi tentu saja bukan berarti kita tidak bisa mengurutkan apa-apa saja yang perlu dilakukan.

Treatment pengawetan adalah contohnya. Treatment pengawetan kayu mebel dilakukan dengan tujuan agar kayu sebagai bahan baku mebel lebih tahan dari serangan hama, baik itu jamur, mikrobia, maupun serangga. Tapi lebih luas dari istilahnya, preservation treatment dilakukan bukan saja agar produk yang dihasilkan lebih awet..

Pengawetan Kayu agar Alur Produksi Mebel Lancar

Pengawetan kayu dilakukan dengan cara meresapkan insektisida dan fungisida ke dalam substrat material tersebut. Umumnya, treatment diterapkan pasca penebangan. Harapannya, bukan hanya agar mebel lebih awet, namun juga agar proses pembuatan mebel atau furniture tersebut lancar.

Mengapa demikian?

Tak bisa dipungkiri serangan hama senantiasa berpotensi menyerang produk-produk berbahan organik seperti kayu. Apalagi bila kayu-kayu tersebut belum dilindungi lapisan cat seperti mebel yang sudah jadi. Kala kayu baru dipotong, diukir, dan disimpan, keberadaaan hama wajib diwaspadai. Bila sampai jamur atau serangga menyerang tentu saja kerugian besar harus diterima. Masalah inipun sudah jamak diketahui para pelau bisnis mebel. Tak jarang juga sebuah perusahaan bangkrut atau rugi besar karena kayu-kayu yang akan diolahnya malah dirusak jamur dan serangga.

Pemberlakukan treatment pengawetan akan menurunkan peluang rugi karena masalah ini. Namun tentu saja treatment harus dilakukan dengan memastikan kualitasnya.

Agar Pengiriman Tak Merusak Produk

biocide
BioCide untuk mengawetkan kayu.

Selain untuk memastikan kelancaran proses produksi, pengawetan kayu juga berperan menjaga kualitas produk selama masa pengiriman. Tahukah Anda resiko kerusakan produk pada saat pengiriman (baik dengan truk maupun dengan kapal) sangat tinggi? Kondisi kontainer tempat pengiriman kadangkala tak bisa dipastikan kebersihan dan kelembabannya. Kondisi ini bisa menjadi memicu berkembangnya hama-hama seperti jamur dan bakteri pembusuk.

Dengan penerapan treatment pengawetan, diharapkan kondisi tersebut bisa terantisipasi dengan lebih baik. Contohnya penggunaan BioCide Surface Film Preservative. Obat antijamur ini digunakan dengan cara dicampur ke dalam cat. Fungsinya agar lapisan cat tidak tertembus oleh jamur. Jadi, meski terdapat kotoran yang menjadi sumber pertumbuhan jamur di atas mebel, harapannya jamur tersebut tidak merusak hingga ke lapisan bawah cat.

Selain itu, pada masa pengiriman juga perlu dilakukan “pengawetan tambahan” menggunakan humidity absorber. Misalnya saja silica gel untuk kemasan kecil dan container desiccant untuk ruangan besar. Dengan bahan-bahan ini diharapkan kualitas produk terjaga hingga tempat tujuan. Bukankah ini sangat krusial bagi kesuksesan bisnis mebel?